Berani menghadapi rasa takutAda tiga cara yang bisa anda lakukan untuk menyikapi rasa takut yang menyerang diri anda.
* pertama,anda akan bersikap masa bodoh,tak peduli,cuek,atau tanpa memberikan tanggapan sama sekali.
*kedua,anda akan memberikan tanggapan yang berlebih-lebihan terhadap rasa takut itu.
*ketiga,adalah memanfaatkan ketakutan anda sebagai sumber kekuatan.
Kalau anda menyikapi ketakutan dengan cara pertama,maka anda membutuhkan keberanian yang luar biasa dan kepercayaan diri yang tinggi.orang yang terbiasa memilih cara pertama ini bersikap seolah-olah tanpa beban,santai dan menganggap enteng saja pada semua yang seharusnya''menakutkan''.padahal bisa saja kepercayaan dirinya itu sangat rapuh dan mudah dipatahkan,namun ia memanipulasinya dengan berpura-pura gagah dan tabah.ia sering mengatakan kalimat "tenang saja,tidak ada yang perlu ditakutkan!" atau "jangan takut,tidak akan terjadi apa-apa!"
pilihan cara ini mengundang sinyal bahaya karena anda mengabaikan risiko yang mungkin mengancam keselamatan anda.Andaikata risiko itu muncul,anda tidak memiliki langkah strategis untuk menghadapinya.
Itu artinya,anda akan kembali kalah.
Orang menjadi berani tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi saja,namun bisa saja muncul justru pada saat ia menghadapi kepentingan orang lain.
Motif-motif kemanusiaan seperti kewajiban untuk membela orang lain yang sengsara atau yang teraniaya,berpotensi menimbulkan keberanian yang luar biasa.
Beberapa contoh motif yang menjadi sumber penggerak keberanian antara lain adalah:
* Keyakinan,yaitu bahwa apa yang anda lakukan itu berada pada jalan yang benar sesuai dengan norma yang anda yakini,apakah itu norma adat,norma susila,atau norma agama.Keyakinan tentang membela sebuah kebenaran,apalagi kebenaran di jalan Tuhan,akan anda yakini sebagai sebuah perjuangan jihad fisabilillah.
* Manfaat atau keuntungan,yaitu bahwa apa yang anda perjuangkan itu akan menghasilkan manfaat yang signifikan,atau bahkan tidak ada,anda tidak akan memperjuangkannya.
* Kesetiakawanan,yaitu bahwa apa yang anda lakukan itu dapat menyelamatkan kawan atau seseorang dari ancaman,penderitaan, atau ketidakberdayaan.
* Tanggung jawab,yaitu bahwa apa yang anda lakukan itu demi memenuhi tanggung jawab anda sebagai konsekuensi posisi anda,baik sebagai makhluk sosial,makhluk individu,ataupun makhluk beragama.
* Kehormatan dan Harga Diri,yaitu bahwa apa yang anda perjuangkan itu membela kehormatan dan harga diri anda pribadi,suku,atau kerabat yang tak layak dihinakan atau direndahkan.
Cara kedua dalam menghadapi ketakutan adalah menanggapinya secara pesimistis yang berlebihan.Kalau anda memilih cara ini,maka Anda akan menempatkan diri Anda pada situasi yang justru menimbulkan ketidakberdayaan diri anda dan akan membuat anda diselimuti kepanikan yang terus menerus.
Orang yang menghadapi ketakutannya dengan cara ini terkesan mempermalukan dan merendahkan dirinya sendiri dalam kepasrahan total dengan emosional yang tak terkendali.Terkadang ia bahkan sangat irasional dan menempatkan dirinya untuk tak berdaya sama sekali,karena terlalu memikirkan kemungkinan terburuknya tanpa memikirkan solusi atas permasalahannya.Kalimat yang sering keluar dari bibirnya hanyalah,"Ah,itu terlalu berbahaya bagi saya.Saya tak berani melakukannya!"atau,"Hal itu terlalu besar risikonya.Saya tak sanggup melakukannya!"
Cara ketiga adalah memanfaatkan ketakutan dengan cara menerima dan menghargai rasa takut sebagai sesuatu yang wajar bahkan bisa menjadi sumber kekuatannya.Rasa takut dapat memberikan kehati-hatian dan kewaspadaan pada anda.Dengan menyikapi rasa takut seperti ini,anda akan memahami penyebab timbulnya rasa takut,dan bagaimana mengontrolnya.Sikap ini akan membuat anda tenang walaupun dalam situasi yang paling tertekan sekalipun.Namun tetap saja motiflah yang menjadi landasan utama keberanian anda.Bedanya dengan cara pertama,cara ketiga ini telah memperhitungkan skenario terburuk yang mungkin timbul ketika anda keluar dari zona aman,dan waspada atas kegagalan dan kekalahan yang mungkin terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar